Home | HOME | Perubahan Iklim Global

Perubahan Iklim Global

Font size: Decrease font Enlarge font
image Climate Change

Perubahan iklim global telah terlihat nyata di berbagai permukaan bumi. Dampak dari proses inipun telah kita rasakan dalam berbagai bentuk. Salah satu indikasi dari perubahan iklim ini terlihat dari adanya pemanasan global yang berakibat pada berubahnya arah dan kecepatan angin berdampak pada bergesernya musim. Masa tanam sulit ditentukan, selain adanya banjir pasang yang lebih intensif yang melanda pantai di Jakarta Utara ataupun dikota - kota pantai lainnya. Dari sisi lain, pemanasan global ini berakibat pada kenaikan muka air laut (ROB) yang berdampak pada hilangnya ratusan/ribuan pulau kecil di Indonesia.

Pemanasan global, telah menyebabkan semakin tidak meratanya pola temperatur dan tekanan udara secara spasial (ruang). Perbedaan temperatur terjadi antara daerah subtropis dan daerah tropis, juga di daerah subtropis atau daerah tropis sendiri yang mengakibatkan terjadinya pergerakan udara. Semakin tinggi perbedaan tekanan udara akibat perbedaan temperatur semakin kencang angin yang ditimbulkannya dan dapat melahirkan badai pada lintang tertentu. Perbedaan temperatur yang ekstrem dapat memicu munculnya cuaca ekstrem.

Perhitungan musim tanam dan musim melaut tidak lagi presisi. Bencana pun selalu datang baik pada musim kemarau maupun pada musim hujan. Dampak perubahan iklim antara lain pulau tenggelam akibat naiknya permukaan air laut karena mencairnya es di kutub, ancaman kekeringan, banjir, ketidakpastian iklim, dan cuaca ekstrem. Kejadian-kejadian itu secara langsung akan mengancam penghasilan dan kehidupan nelayan, masyarakat pesisir, dan petani karena berdampak terhadap menurunnya produktivitas pertanian. Secara nasional, kondisi ini dapat mengganggu ketahanan pangan.

Kompas/Priyambodo

Keindahan gugusan pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu dilihat dari udara, 11 Maret 2006.

Kondisi negara kita yang berpulau-pulau memiliki kerentanan yang tinggi terhadap perubahan iklim (Contoh: 2000 pulau akan tenggelam pada tahun 2030,. Untuk melaksanakan management, monitoring, data–data  oseanografi adalah mutlak baik kualitas, keberagaman, dan kelengkapannya. Pada kenyataannya, data-data oseanografi di negara kita sangat beragam ini baik isi, skala, proyeksi, semantics maupun formatnya, sangat menyulitkan dalam analisanya. Lebih-lebih budaya sharing data masih lemah di negara kita. Semua hal itu akan makin mempersulit pemanfaatan data oseanografi untuk analisa yang melibatkan berbagai disiplin ilmu meteorology, geografi, climatology, maupun planner untuk penanggulangan bencana secara lokal maupun perencanaan jangka panjang. Untuk itu marilah kita bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya data oseanografi dan meningkatkan kemudahan dalam mengakses data tersebut salah satunya guna menghadapi perubahan iklim global.

 

 

Rujukan & Sumber Bacaan ;

 

  1. Kompas.Com (16/02/2009)
  2. Republika.Com
  3. http://santosa.wordpress.com/2009/02/24/perubahan-iklim-global-pentingnya-data-geografi/
  4. julzmooetz blogspot.com/2008/12/perubahan-iklim

Comments ( posted):

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text
Tags
No tags for this article
Rate this article
0
Powered by Oseanografi BROK